Alhamdulillah ya kita masih bisa berjumpa kembali di blog coretanalmaidah. pembahasan kita sekarang beda dengan yang sebelumnya yaitu RAMUAN AJAIB KEBAHAGIAN, apa ya yang dimaksut dengan "RAMUAN AJAIB KEBAHAGIAN" ??? apa ya?? pasti pada penasaran,
yuks disimak ya!!!
maksud hadist di atas adalah bahwa jika seseorang telah mendapatkan makanan yang cukup dan tempat berlindung yang aman, maka dia telah mendapatkan kebahagian yang sempurna dan kebaikan yang terindah. ini terjadi pada kebanyakan orang. namun mereka tidak pernah menyebutnya, melihat dan merasakannya sebagai kebahagian dan kebaikan.dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzy Rasulullah bersabda: "Barangsiapa tidur dengan tenang di tempat tidurnya, sehat badannya, memiliki jatah makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dia telah mendapatkan dunia dan semua kenikmatannya."
Allah berfirman kepada Rosul-Nya,
{Dan, telah aku sempurnakan nikmat-ku kepadamu} (QS.Al-Mai'dah:3)
Nikmat apa yang diberikan kepada Rasulullah secara sempurna? apakah nikmat itu berupa materi? apakah itu makanan yang melimpah? apakah istana-istana, emas dan perak? tentu tidak. Rasulullah tidak memiliki semua itu.
kenyataannya Rasulullah yang agung ini masih tidur di sebuah kamar yang beralaskan tanah dan beratapkan pelepah kurma.dia mengikat perutnya dengan dua buah batu untuk menahan rasa laparnya, dan hanya beralaskan tikar yang terbuat dari pelepah kurma yang membekas di belikatnya. dan menggadaikan pakaian perangnya kepada seorang Yahudi dengan harga tiga puluh sha' gandum. dia berkeliling selama tiga hari untuk mendapatkan kurma yang paling jelek untuk dimakan dan untuk sekadar menutup rasa lapar, namun tidak mendapatkannya.
kau meninggal, dan baju perangmu digadaikan dengan gandum.
dan barang (gadaian)mu tetap tak tertebus hingga ajal menjelang.
dalam dirimu ada makna keyatiman yang menghiasi,
dan engkau pun bergelar bapak orang-orang yatim.
{dan, sesungguhnya hari akhir itu lebih baik bagimu dari permulaan. dan kelak Rabb-mu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas} (QS. Adh-Duha: 4-5)
{sesungguhnya, telah kami berikan kepadamu sebuah sungai di surga} (QS. Al-Kautsar:1)
Nah, sudah dijelaskan diatas bahwa mensyukuri nikmat itu sangat penting sekali. bayangkan saja yang utusan Allah Nabi besar Muhammad SAW yang sudah dijamin masuk surga melewati pintu manapun saja tidur di sebuah kamar yang beralaskan tanah dan beratapkan pelepah kurma.dia mengikat perutnya dengan dua buah batu untuk menahan rasa laparnya, dan hanya beralaskan tikar yang terbuat dari pelepah kurma yang membekas di belikatnya. oleh karena itu, kita harus meneladani nabi besar nabi Muhammad SAW untuk selalu hidup sederhana, mensyukuri nikmat, dan tidak mengeluh saat cobaan datang dan lain-lain.
sekian dari saya, semoga bermanfaat
kurang lebihnya saya mohon maaf dan terimakasih.
Sumber: Al-Qarni, 'Aidh. 2004. La Tahzan Jangan Bersedih. Jakarta: Qishthi Press. dan pendapat pribadi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar